Metode Mengatasi Deprasi Menurut Para Psikologi, Kenali Dulu Sebelum Parah

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:54 WIB
Ilustrasi gambar orang deperasi / pixabay (pixabay)
Ilustrasi gambar orang deperasi / pixabay (pixabay)

 

POJOKMADURA.COM-Ada beberapa pendapat psikolog tentang depresi salah satunya dari Danti Wulan Manunggal.
Menurutnya, Rasa kesepian adalah sebuah keadaan dimana seseorang merasa hampa, sendirian, bahkan juga mungkin tak diinginkan.

Oleh karena itu, Perasaan ink semakin marak menjangkiti masyarakat apalagi di masa pandemi saat ini.

Masalah ini terjadi karena salah satunya dipicu oleh pembatasan-pembatasan dalam bersosialisasi. 

Lanjut Danti, mengatakan bahwa perasaan kesepian juga bisa menimpa semua orang dengan berbagai karakter, baik itu introvert maupun ekstrovert.

Gubler dan Schlegel adalah seorang psikolog pertama yang telah  menguji cara kepribadian, baik introvert maupun ekstrovert, dalam  menghadapi masa pandemi ini.

Dengan demikian, Pada akhir Maret hingga awal April 2020, mereka telah  menguji 466 responden dalam sebuah survei online yang mengukur cara kepribadian dalam menyikapi pandemi. Sehingga, hasil dari analisis dari studi tersebut pun kemudian diterbitkan di akhir tahun 2020.

Baca Juga: Nadiem Makarim Meminta Sekolah Segara Dibuka Takut Anak-anak Mengalami Learning Loss

Maka dari itu, melihat hasil studi ini menyebutkan, bahwa baik ekstrovert dan introvert hampir tak memiliki perbedaan dalam mengalami kesepian, kecemasan dan depresi akibat dari pandemi.

Sebagaimana dikutip dari Pojokmadura.com dari berita PR- Pedoman Tanggerang.com yang berjudul " Cara Mengatasi Deprasi Menurut Psikolog, Kenali Sebelum Lebih Parah", pada 24 Agustus 2021.

Dalam hal ini,  Danti Wulan.Lebih jauh menyampaikam bahwa  stres bisa beranjak dari mana saja, termasuk kesepian dan rasa bosan. Stres yang tak dikelola dengan baik pun dapat berdampak buruk, salah satunya menurunkan imunitas tubuh.

Menurut dia, kita harus mengenali sumber stres kemudian menyadari bahwa kita semua harus beradaptasi dalam kondisi normal baru yang ada. Mengubah pola pikir negatif dan membiasakan pola pikir positif. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Berlakuan PPKM Level 3 Angka Penurunan Kasus Covid-19 Capai 78 Persen

Hal-hal seperti mengurangi penggunaan media sosial agar tak memicu kecemasan, melakukan hobi yang disukai agar kesepian dan kebosanan teralihkan, juga memperbanyak aktivitas fisik seperti olahraga teratur.

Selain itu, mengambil kursus daring untuk pengembangan diri juga bisa membantu. Tak hanya menambah ilmu, jejaring dan pertemanan pun bisa bertambah luas.
Hal senada diungkapkan Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi.

Halaman:

Editor: Faizi Umar

Sumber: PedomanTangerang.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Manfaat Buah Alpukat untuk Kesehatan

Jumat, 5 Mei 2023 | 07:00 WIB

Bikin Donat dari Kentang, Bigini Loh Cara Membuatnya

Jumat, 16 Desember 2022 | 12:46 WIB

Terpopuler

X