Mengenal Sosok Siti Latifah Herawati Diah, Wanita Yang Berjasa Mengenalkan Indonesia Pasca Kemerdekaan

- Minggu, 3 April 2022 | 23:46 WIB
Siti Latifah Herawati Diah saat masih muda. (barnardarchives.wordpress.com)
Siti Latifah Herawati Diah saat masih muda. (barnardarchives.wordpress.com)

POJOK MADURA - Siti Latifah Herawati Diah, tak banyak orang yang mengetahui sosok wanita yang satu ini. 

Siti Latifah Herawati Diah, namanya hari ini ramai diperbincangkan warganet, usai Google menjadikan sosoknya menjadi logo Google Doodle. 

Kendati kurang populer, nyatanya Siti Latifah Herawati Diah memiliki banyak jasa bagi bangsa dan negara ini. 

Baca Juga: Hukum Puasa Ramadhan Bagi Ibu Hamil dan Menyusui Menurut Buya Yahya

Pada fase awal pasca kemerdekaan Indonesia, Siti Latifah Herawati Diah menjadi sosok yang sukses mengenalkan Negara Indonesia ke duni Global. 

Dikutip Pojok Madura dari Antara, sebagaimana keterangan Google,  Minggu, (03/04/2022) menandai peringatan hari kelahiran Siti Latifah yang ke-105 tahun. Ia lahir di Tanjung Pandan Belitung pada 3 April 1917 dan meninggal di Jakarta pada 30 September 2016.

Pada tahun 1955, Siti Latifah Herawati Diah ikut mendirikan The Indonesian Observer, surat kabar berbahasa Inggris pertama di Indonesia. Sebagai satu-satunya publikasi berbahasa Inggris di Indonesia selama lebih dari satu dekade, majalah ini menangkap aspirasi dan kesulitan bangsa yang baru merdeka untuk khalayak global.

Baca Juga: BLT Minyak Goreng Cair, Cek Disini Penerimanya

Wanita yang akrab disapa Herawati itu mengenyam pendidikan dan belajar jurnalisme di Barnard College di New York. Ia adalah wanita pribumi pertama lulusan universitas Amerika Serikat pada 1939.

Sebelum pergi ke AS, Herawati terlebih dahulu menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba, Jakarta dan American High School di Tokyo, Jepang.

Setelah lulus dari AS, ia kembali ke Indonesia pada tahun 1942, tak lama sebelum Revolusi Nasional Indonesia berlangsung, dan menjadi reporter untuk newswire United Press International (UPI).

Baca Juga: 7 Tips Atur Makanan Saat Puasa Agar Berat Badan Tak Naik

Dia menikah dengan sesama jurnalis Burhanuddin Mohammad “BM” Diah, yang kemudian menjadi Menteri Penerangan pada tahun 1968.*** (Arnhidya Nur Zhafira/Antara)

 

Halaman:

Editor: Andi Kusuma

Sumber: Antara News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kabar Mantan Wakil Presiden ke- 6 Wafat Hoax!

Rabu, 21 Desember 2022 | 18:01 WIB

Nias Utara Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 4,8

Senin, 5 Desember 2022 | 08:32 WIB

Terpopuler

X